"Berargumen" adalah sifat dasar manusia. sulit untuk menemukan orang yang tidak berargumen. berargumen adalah upaya pembelajaran dan pembenaran diri atas sesuatu hal. dengan argumen, yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. bahkan dengan argumen fakta bisa diputarbalikan.
Berargumen sudah menjadi bagian dari upaya mencari hidup. orang yang tidak pandai berargumen seolah ditakdirkan harus hidup susah dan miskin. sedang mereka yang pandai berargumen selalu menjadi pemenang dan hidup sukses. kebenaran seperti hanya memihak mereka yang hebat berargumen dan menjauhi mereka yang tak mampu berargumen. dengan berargumen orang menjatuhkan lawan dan melepaskan diri dari tanggung jawab dan kesulitan.
Begitulah kenyataan hidup ini, namun orang bajik tidak berargumen! sebab orang bajik mengutamakan kerja nyata dan apa adanya hati, pikiran dan perbuatannya. orang bajik tidak butuh pengakuan, tidak butuh pujian. dipahami atau tidak, diakui atau tidak, tidak penting, yang penting adalah perbuatannya. bagi orang bajik kebenaran adalah kebenaran, tak ada argumen yang bisa merubahnya.
Orang bajik tidak berargumen walaupun ia difitnah, dituduh secara keji. walaupun nama baiknya dirusak, reputasinya dijatuhkan, ia tidak berdebat untuk membela diri. bagi orang bajik, baik adalah baik, tidak karena fitnah kebaikan menjadi kejahatan. sebaliknya jahat adalah jahat, walaupun mendapat dukungan dan simpati dunia. jahat tidak akan menjadi baik, dan baik tidak akan menjadi jahat karena fitnah atau pujian. argumen boleh merubah fitnah menjadi pujian, atau pujian menjadi fitnah namun tidak berkuasa merubah kejahatan menjadi kebaikan, atau kebaikan menjadi kejahatan.
Oleh:
Yang Suci Hao Ci Da Di
Diterjemahkan oleh:
Awan Hampa
Sumber:
Majalah Maitreya edisi 4 (2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar