Sabtu, 07 Agustus 2010

Orang Bajik Tidak Berargumen

"Berargumen" adalah sifat dasar manusia. sulit untuk menemukan orang yang tidak berargumen. berargumen adalah upaya pembelajaran dan pembenaran diri atas sesuatu hal. dengan argumen, yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. bahkan dengan argumen fakta bisa diputarbalikan.

Berargumen sudah menjadi bagian dari upaya mencari hidup. orang yang tidak pandai berargumen seolah ditakdirkan harus hidup susah dan miskin. sedang mereka yang pandai berargumen selalu menjadi pemenang dan hidup sukses. kebenaran seperti hanya memihak mereka yang hebat berargumen dan menjauhi mereka yang tak mampu berargumen. dengan berargumen orang menjatuhkan lawan dan melepaskan diri dari tanggung jawab dan kesulitan.

Begitulah kenyataan hidup ini, namun orang bajik tidak berargumen! sebab orang bajik mengutamakan kerja nyata dan apa adanya hati, pikiran dan perbuatannya. orang bajik tidak butuh pengakuan, tidak butuh pujian. dipahami atau tidak, diakui atau tidak, tidak penting, yang penting adalah perbuatannya. bagi orang bajik kebenaran adalah kebenaran, tak ada argumen yang bisa merubahnya.

Orang bajik tidak berargumen walaupun ia difitnah, dituduh secara keji. walaupun nama baiknya dirusak, reputasinya dijatuhkan, ia tidak berdebat untuk membela diri. bagi orang bajik, baik adalah baik, tidak karena fitnah kebaikan menjadi kejahatan. sebaliknya jahat adalah jahat, walaupun mendapat dukungan dan simpati dunia. jahat tidak akan menjadi baik, dan baik tidak akan menjadi jahat karena fitnah atau pujian. argumen boleh merubah fitnah menjadi pujian, atau pujian menjadi fitnah namun tidak berkuasa merubah kejahatan menjadi kebaikan, atau kebaikan menjadi kejahatan.

Oleh:
Yang Suci Hao Ci Da Di
Diterjemahkan oleh:
Awan Hampa
Sumber:
Majalah Maitreya edisi 4 (2010)

Kamis, 22 Juli 2010

About Maitreya

Maitreya diutus oleh Laomu – Sang Pencipta – untuk membantu umat manusia mencapai kebahagiaan sejati. Terlepas apakah kita menyadarinya atau tidak, kita menghadapi banyak masalah setiap harinya. Jauh dalam lubuk hati, kita merindukan kebahagiaan dan kedamaian. Laomu Maha Tahu karena kita semua merupakan anak-anakNya. Untuk alasan demikian, Laomu mengutus Maitreya ke dunia untuk mengakhiri segala penderitaan dan membangun sebuah dunia sukawati bagi seluruh mahluk.

Arti dari kedatangan Maitreya merupakan jawaban yang kita nantikan, bagaimana mencapai kebahagiaan sejati. KedatanganNya di masa yang tepat bagaikan sepiring nasi bagi pengemis atau embun yang menyejukkan dahaga. KedatanganNya membawa penerangan dan kebahagiaan universal

Merombak dunia yang penuh kekacauan menjadi dunia damai sentosa,
Merombak dunia yang penuh dosa menjadi kerajaan Tuhan di dunia,

Merombak dunia yg penuh kotor penuh noda menjadi dunia yg suci bersih,
Merombak samudera duka menjadi Bumi Suci Maitreya.

Maitreya dengan kebajikan agungNya bersumpah untuk mengubah dunia menjadi Bumi Sukawati dengan kebahagiaan universal. Maitreya tidak ingin menjadi satu-satunya yang mengetahui sumber akan kebahagian dan pembebasan sejati sementara begitu banyak mahluk lain yang bertahan dalam penderitaan kehidupan. IlhamNya untuk mewujudkan misi suci tersebut memancarkan terang akan kasihNya yang setara terhadap seluruh mahluk.

Dalam menghormati segala kehidupan, Maitreya menghentikan tindakan membunuh dengan bersumpah untuk menjalani kehidupan bervegetarian. Ia turut merasakan penderitaan mahluk lain bagaikan penderitaanNya sendiri dan ingin mengakhiri perputaran lahir, hidup, tua, sakit dan mati. KeprihatinanNya terhadap umat manusia dan segala mahluk lain membuatNya berikrar untuk mencipta ulang dunia menjadi sebuah Bumi Sukawati.